Ketika Anda sedang mencari kerja, bagian yang paling penting adalah daftar riwayat hidup atau Curriculum Vitae (CV). Karena dari dokumen inilah, para pemberi kerja bisa memberikan penilaian atas kemampuan Anda dan jadi dasar untuk memutuskan diterima bekerja atau tidak.

Di zaman sekarang ini, model-model daftar riwayat hidup ada banyak sekali dan sangat berbeda dengan daftar riwayat hidup model lama. Sehingga Anda harus mempelajarinya dengan baik agar bisa diaplikasikan ketika melamar pekerjaan.

Bagian di Dalam Daftar Riwayat Hidup

Mungkin Anda pernah sepintas melihat format pembuatan daftar riwayat hidup model lama yang sangat sederhana sekali. Bahkan, kalau dilihat-lihat format dan tampilannya sangat mirip dengan dokumen-dokumen kependudukan seperti Akta Kelahiran.

Tapi untuk CV model sekarang, Anda harus bisa menampilkan beberapa informasi utama yang sangat penting sekali. Karena para pencari karyawan biasanya akan menggunakan informasi utama di dalam daftar riwayat hidup itu untuk proses seleksi.

Ada beberapa bagian yang harus Anda tampilkan. Berikut ini penjelasannya:

1. Informasi Pribadi

Informasi Pribadi
Informasi Pribadi

Bagian pertama yang wajib Anda cantumkan di dalam daftar riwayat hidup adalah informasi pribadi. Beberapa informasi pribadi yang bisa Anda masukkan adalah seperti nama lengkap, alamat, nomor HP, email, tempat lahir, umur, dan lain-lain.

Tapi mungkin Anda bisa menyembunyikan beberapa informasi pribadi yang sangat rahasia, seperti tanggal lahir dan lokasi RT/RW. Penggantinya Anda bisa mengisinya dengan umur atau tahun lahir.

Jika Anda mendaftarkan diri sebagai seorang yang bekerja di bidang kreatif, bisa tambahkan juga blog, akun YouTube, Instagram dll yang ada kaitannya. Ada juga beberapa perusahaan yang meminta pelamar mencantumkan akun media sosial untuk melacak rekam jejak sikap di media sosial.

2. Tentang Saya

Tentang Saya
Tentang Saya

Bagian ini sebenarnya opsional dan tergantung model CV Anda seperti apa. Bagian Tentang Saya bisa diisi dengan gambaran umum diri seperti pendidikan, pengalaman kerja/organisasi, ketertarikan, dan kemampuan untuk bekerja di bidang tersebut.

Buatlah paragraf yang singkat tapi padat, maksimal 5 baris saja. Karena jika terlalu panjang, maka akan membuat HRD jadi tidak bersemangat membacanya apalagi kalau terlalu bertele-tele.

3. Pendidikan

Pendidikan
Pendidikan

Setelah informasi pribadi, bagian lain yang wajib disorot adalah pendidikan. Di sini, pendidikan bisa menjadi tahapan awal proses seleksi CV oleh HRD perusahaan. Karena saat ada kandidat yang tidak memenuhi syarat pendidikan, maka akan langsung dikeluarkan dari seleksi.

Untuk pendidikan ini, Anda bisa mencantumkannya mulai dari SMP atau SMA sampai pendidikan terakhir. Jangan lupa juga untuk mencantumkan juga nilai kelulusan dan jurusan pada setiap jenjang pendidikan.

4. Pengalaman

Pengalaman
Pengalaman

Pengalaman juga menjadi bagian yang paling penting dalam proses seleksi oleh para HRD. Apalagi jika dalam syarat kualifikasi dicantumkan minimal pengalaman sekian tahun. Bisa dipastikan orang-orang yang tidak berpengalaman tidak bisa meneruskan proses seleksi.

Walaupun kadang ada bagian lain yang membuat orang non-pengalaman bisa diterima meski syaratnya berpengalaman. Masukkan pengalaman kerja Anda seperti nama perusahaan lama, divisi, lama bekerja, job desc, dan lain-lain.

Buatlah seolah-olah Anda profesional di bidang tersebut. Jika Anda belum berpengalaman, maka bisa memberikan informasi mengenai pengalaman magang ataupun organisasi semasa sekolah atau kuliah lengkap bersama job descnya.

Agar lebih tampak menarik, buatlah dua bagian yaitu sisi atas pengalaman kerja atau magang dan sisi bawah pengalaman organisasi. Tapi jika baru lulus, bisa pengalaman organisasi saja.

5. Kompetensi

Kompetensi
Kompetensi

Bagian ini Anda bisa memberikan nama-nama kompetensi yang dikuasai misalnya Microsoft Excel, AutoCad, dan lain-lain. Agar lebih meyakinkan HRD, berikan juga nomor sertifikat kompetensi atau bentuk bukti lain.

Anda juga bisa memberikan poin-poin mengenai soft skill seperti kemampuan manajemen waktu, Bahasa Inggris, dan lain-lain. Anda bisa menyebutkan kemampuannya dan tidak perlu memberikan indikator pengukurnya dalam bentuk apapun seperti persentase, angka, bintang, atau yang lainnya.

Karena kompetensi ini sifatnya subjektif dan bisa Anda jelaskan secara singkat di bagian Tentang Saya atau pada bagian Body Email jika mengirimkan lamarannya lewat email. Untuk contoh-contoh riwayat hidup sendiri dapat kamu lihat di situs KOBI berikut.

Tagged in: