Kalian tentunya pernah mendengar istilah MP3, M4A, dan WAV pada saat Anda sedang download lagu atau download file audio lainnya yang kemudian file tersebut Anda simpan di perangkat kalian. Kedua istilah tersebut merupakan format file audio yang sering digunakan pada masa kini. Terdapat format file audio selain dalam format MP3, M4A, dan WAV, yaitu format WMA, FLAC, OGG, dan lain-lain. Namun format-format file audio tersebut termasuk WAV kurang populer dibandingkan format MP3 dan M4A.

Format file MP3 dan M4A sering dijumpai di internet pada file-file audio berupa lagu, musik, podcast, audiobook, dan lain-lain. Sedangkan format WAV jarang sekali dijumpai di internet. Alasan mengapa kedua format ini (MP3 dan M4A) sering digunakan, salah satunya adalah dukungannya yang luas. Karena dukungannya yang luas pada perangkat keras maupun perangkat lunak multimedia menjadikan situs-situs web penyedia layanan download lagu, streaming lagu, dan lain sebagainya, menggunakan salah satu dari kedua format file tersebut.

Kedua format file tersebut tentunya memiliki perbedaan, serta kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Bagi kalian yang ingin tahu tentang format file MP3, M4A, dan WAV, kami akan memaparkan penjelasan singkat mengenai tiga format file tersebut. Berikut adalah penjelasannya:

Format File M4A

M4A merupakan kependekan dari MPEG (Moving Pictures Experts Group) 4 Audio. Format file audio ini dikodekan (encoded) menggunakan pengkodean audio Advanced Audio Coding (AAC), yang mana pengkodean audio tersebut merupakan pengkodean audio yang bersifat lossy dalam mengkompresi audio, sehingga terjadi pengurangan kualitas suara. namun dapat mengkompres file audio secara signifikan, sehingga mampu memperkecil ukuran file. Format M4A dapat disebut sebagai suksesor atau penerus dari format file MP3. 

Format file ini digunakan pada platform streaming audio milik Apple, iTunes. Format file M4A yang diproteksi oleh hak cipta (copyright) berformat M4P.

Beberapa audiobook dan podcast menggunakan format file M4A, namun format ini tidak mendukung fitur penandaan (bookmarking), sehingga pengguna tidak dapat mengetahui sejauh mana pengguna mendengarkan audio tersebut pada sesi sebelumnya, namun hal tersebut diatasi dengan pengunaan format file M4B, yang mana format file ini mendukung penyimpanan informasi tersebut. Dengan format M4B, yang merupakan variasi dari format file M4A, pengguna dapat lanjut mendengar audiobook atau podcast yang telah di dengar pada sesi sebelumnya, sehingga pengguna tidak perlu mengulang mendengar dari awal atau menebak-nebak telah mendengar sampai mana.

Format file audio MPEG-4 digunakan juga pada nada dering di telepon pintar keluaran Apple, iPhone, namun nada dering tersebut disimpan dalam format M4R, bukan M4A.

File audio berformat M4A didukung pada beberapa aplikasi multimedia, seperti: VLC Player, iTunes, QuickTime, RealPlayer, dan Media Player Classic (bagian dari K-Lite Codec Pack).

Format File MP3

MP3 adalah singkatan dari MPEG (Moving Pictures Experts Group) Layer 3. Format file audio ini merupakan format file audio yang paling sering digunakan pada mayoritas perangkat multimedia, baik itu  perangkat keras maupun perangkat lunak. Format file MP3 serupa dengan format file WAV, namun telah terkompresi secara signifikan, sehingga dapat menghemat ruang penyimpanan file dan format file ini mampu mempertahankan kualitas suara yang telah terkompresi sebelumnya, walau tidak sepenuhnya mampu dipertahankan. 

Format File WAV

WAV adalah format file audio yang dikembangkan oleh IBM dan Microsoft pada tahun 1991. Format ini umumnya digunakan pada file audio yang tidak dikompresi, walaupun file audio dalam format WAV dapat juga berisi audio yang telah dikompresi. Format file ini populer di kalangan profesional di bidang yang berkaitan dengan suara karena format file audio ini menawarkan kualitas audio yang tinggi. File audio dengan format ini umumnya berukuran sangat besar jika dibandingkan dengan format file MP3 dan M4A. 

Ketiga format file tersebut tentunya memiliki beberapa kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini adalah perbandingan format file M4A, MP3, dan WAV:

Kualitas Suara

Format file M4A yang terkompresi menggunakan teknologi pengkodean ALAC menawarkan kualitas suara yang sangat bagus. Untuk format file M4A yang terkompresi menggunakan teknologi pengkodean AAC yang bersifat lossy menawarkan kualitas suara yang lebih bagus dari format file MP3. Walaupun memiliki bit rate yang sama, terutama pada bit rate 128Kb/s atau lebih rendah. Format file WAV memiliki kualitas suara yang sangat tinggi karena tidak terkompresi sama sekali dan layak digunakan untuk keperluan expert dan mampu memanjakan para audiofil karena tingginya kualitas suara.

Kompatibilitas

Dibandingkan dengan format file M4A, format MP3 lebih banyak didukung pada perangkat multimedia, baik itu dalam bentuk perangkat keras atau dalam bentuk perangkat lunak. Hal ini tidak terlepas dari kepopuleran format file MP3 yang mana format file MP3 lebih populer dibanding M4A, sehingga pengembang (developer) enggan untuk menambahkan dukungan format file M4A pada perangkat keras atau perangkat lunaknya. Sedangkan file WAV didukung oleh banyak perangkat lunak pemutar audio dan pengedit audio, seperti Audacity.

Ukuran File

Format file M4A mampu mengkompres audio dengan bit rate yang sama dengan ukuran file yang lebih kecil. Bit rate pada file audio berformat M4A biasanya memiliki bit rate 128Kb/s, 192Kb/s, atau 256Kb/s. Semakin besar bit rate, semakin besar pula ukuran file nya, demikian pula kualitas suaranya, semakin tinggi bit rate, semakin bagus kualitas suaranya. Sedangkan file audio dengan format WAV memiliki ukuran file yang besar karena file yang tidak terkompresi seperti format file M4A dan MP3. Sehingga format file ini digunakan hanya untuk keperluan tertentu.

Berikut adalah kekurangan dan kelebihan format file M4A

KelebihanKekurangan
Mudah didistribusikan di internet karena tidak terproteksi oleh DRM (Digital Rights Management).Kurangnya dukungan pada perangkat lunak dan perangkat keras multimedia.
Dapat langsung digunakan sebagai nada dering pada ponsel pintar iPhone.Tidak adanya proteksi DRM, dapat menjadikan file audio dengan format M4A mudah dibajak.
Memiliki kualitas suara yang bagus dengan ukuran file yang kecil.

Berikut adalah kekurangan dan kelebihan format file MP3

KelebihanKekurangan
Dapat meningkatkan kualitas suara dengan menaikkan bit rate, tetapi dapat memperbesar ukuran file.Tidak semua file MP3 memiliki kualitas suara yang bagus.
Dibandingkan dengan format CD, ukuran file secara signifikan lebih kecil, jadi dapat dengan mudah untuk di stream atau di download.Terlalu mudah dibajak.
Terwujudnya pemutar media portabel berkat format file ini.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan format file WAV:

KelebihanKekurangan
Memiliki kualitas suara yang sangat tinggi.Ukuran file yang besar.
Mudah diproses dan diedit.Tidak praktis untuk diunggah dan digunakan untuk keperluan hiburan karena ukuran file yang begitu besar.

Dapat disimpulkan bahwa format file MP3 dapat dinyatakan lebih unggul dalam segi popularitas, kompatibilitas, dan ukuran file dibanding M4A dan WAV. Namun file WAV paling unggul dalam segi kualitas suara.

Kini terdapat banyak layanan digital, baik itu situs web atau aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk download lagu, maupun download file audio dengan format MP3, M4A, tapi tidak dengan format WAV.

Tagged in: